♥ Bismillah...."Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin maupun muslimah). (HR. Ibnu Majah)," Tuntutlah ilmu dan belajarlah (untuk ilmu) dg ketenangan dan kehormatan diri, dan bersikaplah rendah hati kepada orang yang mengajar kamu. "(HR. Ath-Thabrani) ♥
Tampilkan postingan dengan label tarbiyatul aulad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tarbiyatul aulad. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Mei 2012

♥ Bolehkah Sholat Sambil Menggendong Anak yang Memakai Popok Diapers dan sejenisnya? ♥

Bismillah..

Seringkali seorang ibu harus membawa anaknya yang masih bayi untuk ikut bersamanya ketika sholat..dan seringkali seorang ibu harus menggendong anaknya tersebut karena menangis atau berjalan-jalan kesana kemari..

Menggendong anak ketika sholat memang pernah dicontohkan oleh Nabi shollallohu alaihi wasallam sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dari Abu Qotadah : bahwasanya nabi shollallohu alaihi wasallam pernah menggendong Umamah bintu Zainab (cucunya) ketika sholat. Bila beliau sujud, beliau meletakkannya.

Namun bagaimana jika anak tersebut memakai popok diapers seperti pada zaman sekarang, dimana di dalamnya terdapat najis? Apakah dibolehkan bagi seorang ibu menggendong anak tersebut?

Jumat, 04 Maret 2011

♥ Agar Buah Hati Menjadi Penyejuk Hati ♥


Kehadiran sang buah hati dalam sebuah rumah tangga bisa diibaratkan seperti keberadaan bintang di malam hari, yang merupakan hiasan bagi langit. Demikian pula arti keberadaan seorang anak bagi pasutri, sebagai perhiasan dalam kehidupan dunia. Ini berarti, kehidupan rumah tangga tanpa anak, akan terasa hampa dan suram.

♥ Menjaga Rumah dari Gangguan Setan ♥

Rumah adalah tempat berteduh bagi kita, tempat beristirahat dan tempat untuk mendapatkan kehangatan di tengah keluarga kita. Oleh karena itu, kita sangat mendambakan rumah yang nyaman, aman, damai dan tenang. Beberapa orang mungkin menmpuh cara-cara yang haram (kesyirikan) untuk mendapatkan hal tersebut, misalnya memasang tamimah (jimat), pergi ke dukun, dan lain-lain.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memberikan resep yang mudah agar rumah kita senantiasa aman dari gangguan syaithan

Rabu, 23 Februari 2011

♥ Seribu Satu Cara Harus di Miliki Seorang Ibu ♥


Sangat dimungkinkan untuk menciptakan sarana-sarana baru untuk memotivasi anak dalam menghafal quran. Berikut ini sebagai contoh dari hal itu:
Pada suatu hari, di saat pertemuan saya dengan salah satu kerabat, saya menyaksikan seorang ayah sedang mengajari anak perempuannya yang berusia 3 tahun beberapa ayat Al qur'an. Saking semangatnya sang ayah agar anak perempuannya tersebut mau menghafal satu surat yang ia kehendaki dalah waktu yang dikehendaki ayahnya, ayah tersebut memukulnya dengan keras.
Kejadian itu berawal ketika anaknya berucap, “Aku tidak mau.” Maka sang ayah, dikarenakan semangatnya agar anaknya tersebut mau menghafal quran, dia memukulnya dengan pukulan yang keras. Sedangkan anaknya selalu membandel dan semakin tambah membandelnya, serta menangis. Sang ayah pun terus-menerus memukulnya dengan sia-sia. Kejadian itu pun berakhir dengan sia-sia, karena sang anak benar-benar tidak mau menghafal. Akhirnya sang ayah meninggalkan anak tanpa mendapat hasil apa-apa, selain mengendapkan beberapa sikap negatif yang ada pada diri anak terhadap sang ayah dan terhadap Al Quran.
Namun, apa solusinya? Apakah kita meninggalkan anak tanpa mau menghafal sekalipun kualitas kecerdasannya baik? Pasti tidak. Tapi, bagi seorang murabbi, hendaknya ia berusaha menciptakan cara-cara yang baru dan sarana-sarana yang sesuai dalam memotivasi anak untuk menghafal atau mencintainya.
Untuk itu, saya melakukan beberapa pendekatan terhadap anak tersebut. Pertama-tama, saya memberikan tentang urgensi Al Quran bagi kita dan bagaimana kita bisa mencintai apa yang kita hafalkan. Juga, apa manfaat secara materi atau maknawi yang akan didapat oleh orang yang menghafal Al Quran.
Sehari kemudian, saya bermain-main bersama anak tersebut, karena saya dapati ia senang bermain dengan menghitung jari-jemari tangannya. Saya mulai menghitung jari jemari kedua tangan saya bersamanya. Kemudian saya ubah ucapan dengan mengulang-ngulang huruf-huruf hijaiyah pada jari-jemari tangannya.
Ketika anak tersebut mulai menikmati permainan ini, saya mengulangi ayat-ayat yang telah dia tolak untuk menghafalnya ketika ia bersama ayahnya dahulu, namun menggunakan isyarat untuk per ayatnya dengan satu jari-jemari tangan.
Lalu anak tersebut mulai mengulang ayat-ayat dan mulai menikmati cara seperti ini. Saat hendak mengucapkan sebagian ayat Al Quran, ia senang menunjuk jari-jemari orang yang ada di depannya.
Demikianlah, saya mengubah praktik hafalan anak terhadap Al Quran menjadi suasana yang menyenangkan.
Jadi, sangat mungkin untuk memakai sarana seperti ini atau sarana inovatif lainnya, hingga anak pada fase ini dapat merasakan bahwa Al Qur'an adalah sumber kebahagiaan dan kegembiraan, bukan sumber pemukulan dan penderitaan.
***
Dikutip dari buku Mendidik Anak Cinta Al Qur'an
Karya DR. Sa’ad Riyadh
Penerbit Insan Kamil
mendidik anak cinta al quran
(bukunya bagus, saya suka)
Ketika membaca ini, saya pun teringat sebuah kisah ketika saya mengajar tk.
Waktu itu tk baru dibuka, dan hanya ada saya yang mengajar. Sebelum kbm, ada program semacam “pesantern kilat” untuk anak-anak usia tk. Suatu hari hanya ada saya dan Hasan, santri kecil.
Kami bermain. Saya membuka lima jari saya, Hasan melipat satu jari saya. Ketika Hasan hendak melipat, saya pun menggodanya dengan menggeser tangan saya sehingga sulit untuk menangkap jari yang mau dilipat atau kadang2 ketika dia hendak melipat, saya menahannya kencang-kencang sehingga sulit baginya untuk melipat jari saya. Diapun menikmati permainan ini.
Saya ajarkan sepenggal hafalan, sekali mengulang Hasan mendapat “hadiah” untuk melipat jari saya. Pada awalnya, berapa kali Hasan mengulang penggalan hafalan bersama saya, kemudian berapa kali dia mengulangnya sendiri (tanpa saya). Setelah beberapa kali mengulang, saya tambahkan penggalan hafalan berikutnya. Dia mengulang terus sambil mendapatkan “hadiah” melipat jari saya.
Hasan pun asik “bermain” dan tanpa dia sadari dia sudah hafal beberapa ayat. Saya lupa persisnya saat itu sedang menghafalkan apa tapi saya ingat kejadian itu. Sebaliknya Hasan,mungkin dia lupa dengan kejadian itu, tapi saya yakin dia masih mengingat ayat yang kami hafalkan waktu itu. Terakhir mendengar kabarnya, dia sudah menghafalkan 13 juz Al Quran. Sebuah motifvasi bagi saya, untuk mengajarkan Al Quran pada anak-anak saya sendiri. Semoga Allah menjadikan anak-anak saya, Hasan dan anak-anak kaum muslimin anak shalih yang tumbuh dalam ketaatan.. yang berhak mendapatkan naungan dari Allah pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya.
Seorang ibu memang harus kreatif, karena dia adalah seorang PENDIDIK. Seorang pendidik harus mempunyai seribu satu cara untuk mengajarkan pada anak-anak mereka (dalam pembahasan ini, mengajarkan al Quran). Cara satu kurang berhasil, coba cara dua. Begitu seterusnya…. memutar otak mencari cara dengan bergantung hatinya kepada Allah.
Tidak ada alasan untuk mengatakan “Tapi…saya bukan orang yang punya bakat kreatif.” Kreatif bukan hanya masalah bakat. Anda bisa melakukan banyak hal untuk menambah wawasan. Anda bisa membaca buku, Anda bisa mencari komunitas ibu-ibu untuk berbagi pengalaman, Anda bisa berbagi dengan ustadzah-ustadzah nya anak-anak, dan masih banyak yang lain.
Seperti sifat manusia. Sabar itu bisa jadi memang sudah bawaan sifatnya sabar, tapi bisa juga diperoleh dengan berpayah-payah berusaha sabar sehingga akhirnya sabar itu melekat dan menjadi sifatnya..
–uus–
Sumber Toko Muslim.com

♥ Tips Membiasakan Anak Memakai Jilbab ♥


Berikut beberapa tips yang bisa digunakan agar balita Anda berkenan memakai jilbab dan menikmatinya:
  1. Jangan biasakan anak untuk tidak berpakaian atau berpakaian seadanya, bahkan sejak masig bayi, hanya karena alas an panas. Hal itu bisa kita siasati dengan sering mengganti pakaian atau popoknya.
  2. Pada awalnya, biasakan anak yang berusia dibawah empat bulan mengenakan topi ketika keluar Rumah, walaupun hanya berjalan-jalan di depan Rumah.
  3. Setelah ia berusia empat bulan, mulailah mencoba untuk memakaikan kerudung kecil padanya.
  4. Pilihlah kerudung yang nyaman dipakai, seperti menggunakan kerudung dari bahan kaos atau yang menyerap keringat, sehingga dapat mengurangi gatal da panas saat beraktivitas.
  5. Pilihlah kerudung dengan warna yang menarik dan motif yang indah. Pilihkan jilbab yang modelnya lucu dan pakaian dengan warna favorit anak, sehingga ia suka memakainya. Pastikan pakaian itu menutup aurat dan tidak mengurangi ruang geraknya.
  6. Sediakan kerudung dengan jumlah yan tidak terlalu sedikit, sehingga dapat memberi kesempatan kepada anak untuk memilih kerudung yang hendak dipakainya.
  7. Biasakan memakai kerudung ketika keluar rumah.
  8. Beritahu anak mana pakaian yang pantas atau cocok untuk di dalam umah, dan mana pakaian yang bisa dipakai untuk keluar Rumah. Misalnya anak boleh mengenakan pakaian tanpa lengan da tidak berjilbab apabila di dalam rumah saja.
  9. Pujilah anak ketika mengenakan kerudung agar hatinya merasa senang. Orang tua bisa memujinya dengan pujian yang sederhana, seperti, “Duh, pinternya anakku kalau pakai jilbab! Masyaallah.. ”
  10. Bila anak sudah mampu berbicara dengan baik, terangkan kepadanya tentan perintah berjilbab dan keutamaannya.
  11. Bila anak akan memasuki usia baligh, terangkanlah tentang jilbab dalam pandangan syar’i, dan ajaklah untuk menyesuaikan pakaian yang dikenakannya sesuai dengan kaidah syar’i
***
Disalin dengan sedikit pengeditan dari:
Mendidik Balita Mengenal Agama
Asadullah Al Faruq
Kiswah Media

Sabtu, 19 Februari 2011

♥ Mengendalikan Balita yang Ingin Selalu Membeli Mainan ♥

Akhir2 ni sering dibuat pusing dengan tingkah polah kaka Aisyah yang suka merengek minta dibelikan mainan, Alhamdulillah nemu tips dari ummu musasyi yang insyaAlloh perlu tuk coba dipraktekkan..

Mengendalikan Balita yang Ingin Selalu Membeli Mainan


Kalau sudah berada dalam situasi seperti ini, biasanya  kaum ibu akan kebingungan sendiri. Kalau anaknya belum sekolah sih, masih mending, tapi kalau sudah sekolah, dan tiap pulang sekolah selalu ada mba-mba, atau mas-mas  yang jual mainan di depan ( diluar pagar ) sekolah......waaaaaaaaaah kacau deh jadinya. Tiap hari kalau ngga "kuat iman " maka terpaksa harus mengeluarkan uang lebih untuk beli mainan ( padahal biasanya umurnya ngga akan lama, kadang ngga nyampe 24 jam, sudah tamat riwayatnya ). Iya kalau harganya seribuan, tapi kalau yang diminta sia anak harganya sudah mencapai 5000 ke atas, dan ini terjadi tiap hari ? Uang belanja bisa tersedot banyak kesana. Anak kecil sih biasanya pakai taktik, ngambek atau ngga mau pulang atau malah ngamuk dan guling-gulingan di depan sekolah, akhirnya dari pada malu , yaaa "nyerah" aja sama permintaan anak......walhasil.....besok begitu lagi.........
Lagipula kalau kebiasaan ini dibiarkan sama saja dengan kita mengajarkannya untuk berperilaku konsumtif, liat apa aja di beli, ngga peduli perlu atau tidak, ada uang atau tidak. Lama-lama kita juga yang akan kerepotan. 


Mengapa kebanyakan balita ( anak PG dan TK ) biasanya begitu ?
Itu karena mereka sukaaaaa sekali kalau semua kemauannya dituruti. Tapi bukan berarti kebiasaannya minta dibelikan mainan disekolah tidak bisa dihentikan atau dikendalikan. Ada 1 cara yang ku rasa cukup ampuh untuk mengatasi kebiasaan "buruk" ini. Yaitu dengan "mencuci otak"nya. Waaaah kedengarannya serem banget ya ?
Ah...tidak sampai segitunya koq. Dan mudah sekali untuk dilakukan.
Caranya ?
Dengan memasukkan sugesti kepada anak. Misalnya katakan saja kepadanya ( dengan tegas tapi lembut ):
" ( sebut namanya )......anak pintar, ngga beli mainan di sekolah " , katakan kalimat tersebut, tiap ada kesempatan ( Disaat anak siap menerima sugesti baik ). Misalnya saat kita memakaikan baju, saat menyisiri rambutnya, sebelum makan, sebelum tidur dst. Dan beri pujian tiap pulang sekolah (kalau dia hari itu tidak minta dibelikan mainan). Kalimat sugesti jangan terlalu panjang. Jangan pula disertai dengan penjelasan kenapa harus begitu. Pendek tapi padat. Kalimat atau penjelasan yang panjang hanya akan membuat anak sulit untuk mencerna. 


Sebaiknya cara ini juga disampaikan ke gurunya, agar guru bisa ikut memberikan sugesti tersebut kepada anak. Sehingga cara kita dan cara gurunya tidak berbeda, dan anak semakin yakin bahwa yang kita sampaikan adalah benar.


Ini berhasil kami lakukan kepada anak kami. Padahal sebelumnya dia adalah anak yang tidak bisa diajak kompromi ( tadinya ), kalau mau sesuatu akan mengamuk sejadi-jadinya. Memukul, menendang, meronta, teriak dst. Setelah setiap hari diberi sugesti baik seperti disebutkan diatas, dia berubah. Tidak lagi minta dibelikan mainan, sampai-sampai tukang mainannya sendiri, mengatakan : " Bu.....anaknya koq bisa berubah sekali, ngga ngamuk lagi...."




Bahkan ada hal lucu yang dia lakukan ( mungkin sebagai ganti beli mainan ) yaitu tiap pulang sekolah dia akan menyalami semua tukang mainan. 



Sumber http://ummahatcorner.blogspot.com/2011/01/mengendalikan-balita-yang-selalu-ingin.html#more

♥ Motivasi tanpa Konfrontasi ♥

Tadinya tidak terlalu yakin dengan cara ini hanya mencoba mencari cara efektif untuk keluar dari masalah yang rata - rata digumamkan para orang tua : " Bagaimana cara membuat anak saya menjadi patuh, sopan, rajin, ramah?  Atau dengan redaksi yang berbeda tapi kontennya sama : " Bagaimana caranya supaya anak saya tidak nakal, tidak boros, tidak sering bolos, tidak susah diatur, tidak tidur larut malam, tidak banyak main ? " dan seterusnya.
Tapi aku tidak ingin cara yang EKSTRIM, maunya yang SOFT, alias anak tidak menyadari kalau kita ingin " MERUBAH "nya. Merubah nya menjadi pribadi yang baik atau lebih baik kita sebut disini dengan : " Menjadikan Anak Kita Menjadi Anak Sholeh ".
Sebelum kita masuk lebih jauh, aku paparkan dulu latar belakang anak yang ingin kurubah ini . Kurasa ini perlu kusampaikan agar saudara/i pembaca sekalian yang terhormat bisa membayang kan  kalau dengan anak  " bermasalah " atau aku lebih suka menyebutnya sebagai " anak yang perlu perhatian istimewa " cara ini bisa berhasil, apalagi kalau diterapkan pada anak yang biasa saja.


Mungkin terbersit pertanyaan : " Memangnya seistimewa apakah anak ku ini ? ". Ya anakku memang istimewa, sebagaimana anak lainnya. Dan yang membuatnya harus di beri perhatian dan perlakuan istimewa adalah karena dia di diagnosa menderita EPILEPSI. aDan karena diagnosa ini seharusnya dia tiap hati minum obat dari dokter, tapi karena beberapa lasan pribadi  maka hal tersebut kami abaikan, dan kami coba dengan obat herbal saja. Epilepsinya pun tidak seperti epilepsi yang banyak kita temukan dimasyarakat, Karena kejangnya cuma terjadi 1 kali, tapi yang sangat menyolok adalah perubahan perilakunya yang sangat drastis. Emosi yang tidak bisa dikendalikan, kadang brutal, ( ini lebih sering ) kadang malah tampak sangat bijaksana. Terlalu banyak keinginan dan harus dituruti, tidak bisa diam, melawan kalau disuruh, malas sekolah, dan seterusnya, bahkan ada 2 hal lain yang membuat kami sekeluarga dibuat takut sekaligus bingung adalah saat emosinya tidak stabil itu dia pernah mengancam ingin bunuh diri, bukan hanya sebatas mengancam, tapi sambil memegang pisau dapur ditangannya, dan yang satu lagi adalah beberapa kali dia bermimpi sesuatu yang belum terjadi dan tidak lama kemudian hal itu terjadi ( seperti paranormal/peramal ), selain itu dia dengan sedikit konsentrasi bisa menemukan benda yang tadinya dianggap hilang atau bisa tau kalau benda tersebut baik-baik saja, alias  berada ditempat yang aman, hal ini  tentu saja membuatku  kuatir karena kalau tanpa iman dan ilmu yang kuat, orang seperti itu bisa menjadi teman dekatnya syaitan kan  ?  Na'uudzubillaahi min dzaalik......padahal usianya belum genap 11 tahun, dengan orang tua yang biasa - biasa saja, ditambah lingkungan tempat tinggal dan sekolahnya yang bisa dikatakan jauh dari  " nafas Islam ".

2009.igem.org
Istilah BERHASIL mungkin terlalu dini , tapi setidaknya tidak sampai 6 bulan sejak mulai kuterapkan ( baru kumulai sejak 3 bulan yang lalu saja ) aku melihat banyak sekali perubahan dalam dirinya.


Oke.....sekarang kita mulai bertindak !!!


  1. Meluruskan niat. Maksudnya disini kita tanamkan di otak kita bahwa pada dasarnya semua anak adalah baik dan ingin menjadi anak yang baik dan  ingin membuat orang tuanya senang dan bangga padanya.
  2. Siapkan 1 buah buku tulis ( aku menyebutnya dengan : BUKU PRESTASI ) dan 1 buah alat tulis. Ini harus selalu ada setiap saat. Agar kita selalu siap.
  3. Mulailah menuliskan semua hal / perbuatan baik dan benar yang dia lakukan hari itu. Yang aku terapkan adalah dimulai di waktu subuh. Sejak dia mulai bangun tidur hingga  menjelang tidur malam , atau bahkan kalau di saat jam tidur dia melakukan sesuatu yang baik ( misalnya dia pipis ke WC sendiri tanpa membangunkan kita ) maka tuliskan saja.
  4. Tuliskan dengan detil. Misal : mandi tanpa di suruh, mengerjakan PR, pulang sekolah langsung ke rumah, dst
  5. Jangan sekalipun menuliskan apapun kesalahannya atau pun kekesalan kita padanya hari itu. Mengapa ? ... karena kita ingin menanamkan hal positif padanya, maka fokuslah pada hal positif saja, agar anak tidak bingung.
  6. Diakhir tulisan kita untuk hari itu, ucapkan terima kasih, tuliskan doa singkat untuknya, dan bubuhi tanda tangan kita.
  7. Serahkan dan minta dia membacanya menjelang tidur malam. Agar sebelum tidurnya dia tau kalau hari itu dia banyak melakukan hal yang baik dan benar, dan orang tuanya mengetahui  dan senang akan hal tersebut. Ini akan terekam dengan baik dialam bawah sadarnya, dan insya Allah tidak akan terlalu sulit lagi untuk diulangi di hari berikutnya. 
Kelebihan cara ini adalah :
  • Kita akan terlatih untuk mencari sisi positif dari anak kita, semoga juga bisa untuk orang lain ( tidak selalu mencari kesalahan orang lain ).
  • Kita masih bisa menegur kalau anak kita melakukan kesalahan, atau malah memberikan " hukuman ", tapi camkan : JANGAN PERNAH sekalipun menuliskannya di " BUKU PRESTASI " tersebut.
  • Meskipun idealnya kedua orang tua melakukan hal yang sama (masing - masing punya BUKU PRESTASI si anak ), tapi kalau hanya salah satunya saja yang bisa maka itu pun sudah cukup.

Syarat lain :
  • Anak sudah bisa membaca.
  • Harus orang tua sendiri yang melakukan. Jangan diwakilkan dengan Nanny/ Mba pengasuhnya. 
  • Lakukan tiap hari tanpa jeda.
  • Gunakan kalimat pendek dan jelas.
  • Tulis berurutan.
  • Janga lupa untuk menyertakan anak dalam doa kita dan sebut namanya dalam doa tersebut.
Berikut ini aku sertakan beberapa contoh kalimat yang pernah aku tulis di BUKU PRESTASI anakku:
Hari : Sabtu
Tanggal : 15 Januari 20011

Yang membuat mama senang hari ini adalah karena Muhammad :
  1. Mudah dibangunkan untuk sholat subuh berjamaah.
  2. Persiapan sekolah sendiri.
  3. Sarapan tanpa protes.
  4. Keluar dan masuk rumah dengan salam. 
  5. Pulang sekolah dengan gembira.
  6. Sholat zhuhur di awal waktu.
  7. Makan siang dengan lahap.
  8. Membantu mama menjemur sepatu.
  9. Membantu mama mengangkat keset.
  10. Sholat ashar berjamaah.
  11. Bermain dengan Saif dan Syihab.
  12. Sholat maghrib berjamaah.
  13. Tidak keluar rumah ba'da maghrib.
  14. Baca Qur'an ba'da maghrib.
  15. Sholat isya berjamaah.
  16. Makan makam bersama mama dan abah.
  17. Tidur cepat.

Jazakallah khayran. Barakallaahu fiik.

Mama


Sejauh ini sudah tampak beberapa kemajuan yang diperlihatkan anak kami setelah cara ini diterapkan diantaranya :
  • Lebih mampu mengendalikan amarah.
  • Mudah dimintai tolong.
  • Tidak pernah lagi menunjukkan kemalasan untuk berangkat sekolah maupun les.
  • Mulai tahu cara meminta dengan sopan.
  • Sebenarnya tanpa disuruhpun dia akan melaksanakan sholat diawal waktu, tapi karena ini perkara peting maka kami tetap selalu mengingatkannya, utamnya untuk sholat diawal waktu dan secara berjamaah.
  • Hampir tidak pernah lagi mengigau ( padahal dulu sering sekali, mungkin ini karena kekesalan dan kekecewaannya yang terakumulasi dan baru keluar saat tidur ).
  • Dst.

Untuk ummu musasyi..jazakillah khoyr

Selasa, 15 Februari 2011

Ya Rabbi...

Ya Robb.. kami telah sia-siakan kepercayaaan-Mu
Kesibukan telah menyebabkan kami melupakan amanat-Mu
Hawa nafsu telah menyeret kami untuk menelantarkan buah hati kami
Kami berlomba mengejar status dan kebanggaan
meninggalkan anak-anak kami dalam kekosongan dan kesepian
Dosa-dosa kami telah membuat anak-anak kami menjadi pemberang, pembangkang, keras, kasar, kejam, dan tidak tahu terimakasih..
Sebelum Engkau ampuni mereka, Ya Alloh, ampunilah lebih dahulu dosa-dosa kami


Ya Robb..berilah kami peluang untuk mendekap tubuh mereka
dengan dekapan kasih sayang kami
berilah kami waktu untuk melantunkan pada telinga mereka ayat-ayat Alquran dan sunnah Nabi-Mu
Berilah kami kesempatan untuk sering menghadap-Mu
dan memohon kepada-Mu seusai sholat kami untuk keselamatan, kesehjateraan, dan kebahagiaan anak-anak kami
Bangunkan kami ditengah malam untuk merintih kepada-Mu
membasahi tempat sujud kami dengan air mata penyesalan akan kelalaian kami


Ya Robb..Indahkan kehidupan kami dengan keshalehan anak-anak kami
sehatkan badan mereka, cerdaskan akal mereka, bersihkan kehormatan mereka, gabungkan mereka bersama orang-orang yang bertakwa kepada-Mu....
Ya Rohmaan..ya Rohiim..sayangi kami...yang hanya bermodal harapan dan bersenjatakan tangisan...




Sumber: http://www.facebook.com/home.php?sk=group_126893704045727&notif_t=group_activity
free counters
free counters