♥ Bismillah...."Menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin maupun muslimah). (HR. Ibnu Majah)," Tuntutlah ilmu dan belajarlah (untuk ilmu) dg ketenangan dan kehormatan diri, dan bersikaplah rendah hati kepada orang yang mengajar kamu. "(HR. Ath-Thabrani)
Tampilkan postingan dengan label adab dan akhlaq. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label adab dan akhlaq. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Mei 2013

Menyatukan Dua Hati Dengan Iman



Dua bilah kayu disatukan dengan paku.
Dua batu bata disatukan dengan semen.
Dua hati di satukan dengan apa?

Jawabannya, dengan IMAN.

Dua hati yang beriman akan mudah disatukan..jika dua hati mengingati yang SATU, pasti mudah keduanya bersatu.. begitulah dua hati suami dan istri, akan mudah bersatu bila iman di dalam diri masing-masing senantiasa disuburkan
 


sumber: muslim.or.id

JANGAN MELIHAT DARI SUDUT PANDANG YANG SEMPIT


Suatu hari seorang suami pulang kerja dan mendapati tiga orang anaknya sedang berada di depan rumah. Semuanya bermain lumpur, dan masih memakai pakaian tidur. Berarti semenjak bangun tidur, mereka belum mandi dan belum berganti pakaian

Sang suami melangkah menuju rumah lebih jauh. Ternyata … kotak-kotak bekas bungkus makanan tersebar di mana-mana.
Kertas-kertas bungkus dan plastik bertebaran tidak karuan, dan… pintu rumah bagian depan dalam keadaan terbuka.

Begitu ia melewati pintu dan memasuki rumah… masyaAllah… kacau… berantakan. Ada lampu yang pecah, ada sajjadah yang tertempel dengan permen karet di dinding. Televisi dalam keadaan on dan dengan volume maksimal. Boneka bertebaran di mana-mana. Pakaian acak-acakan tidak karuan menyebar ke seluruh penjuru ruangan.

Dapur? Ooooh tempat cucian piring penuh dengan piring kotor. Sisa makanan pagi masih ada di atas meja makan. Pintu kulkas terbuka lebar

Ujung Pakaianku, Penyapu Jalanan??


 Ujung Pakaianku, Penyapu Jalanan?? 


Penulis: Ummu Rumman
Muraja’ah: Ustadz Nur Kholis Kurdian, Lc dan Ustadz Abu Ukkasyah Aris Munandar

Apa yang spontan terpikir di benak kita ketika melihat seorang muslimah yang memakai jilbab besar dan cadar, ditambah lagi pakaian yang lebar dan panjangnya sampai menyentuh tanah?? Oke, kita tak sedang membahas mengenai hukum jilbab dan cadar. Insya Allah masalah ini dapat ukhty temukan pembahasannya pada tulisan lain. Tapi kita tengah berbicara tentang panjang pakaian sang muslimah yang sampai menyentuh tanah.


“Mbak, mau nyapu jalan ya? Itu lho gamisnya kepanjangan, sampai ke tanah.”

“Sudah lebar, panjang pula. Apa ga kotor? Kalau kena najis di jalan gimana? Ga sah donk kalau pakaiannya dipakai sholat.”

“Iiiih… Jadi muslimah kok jorok sih? mbo’ panjangnya yang biasa aja. Ga usah berlebihan. Biar ga kotor…”

UKHTI,,,,,,SINGKAPLAH HIJABMU SEDIKIT SAJA,,,,,!


 UKHTI,,,,,,SINGKAPLAH HIJABMU SEDIKIT SAJA,,,,,!!!! 


Untuk ikhwan dan akhwat, barangkali hal ini bisa menjadi perhatian…

Afwan, ana tahu pasti antum memahami bahwa ikhtiyar itu penting. Hijab itu wajib hukumnya. Namun menjaga keselamatan juga wajib. Keselamatan diri sendiri juga wajib.Dan kita juga wajib memikirkan orang lain.
...

Ukhti, singkaplah hijabmu sedikit saja, agar ana bisa mewaspadai kemana kendaraan suamimu bergerak. Ana yakin, anti bisa mengatur hijabmu agar menutup aurat dengan sempurna namun tidak menutupi lampu rem dan lampu sein, agar 2 indikator itu bekerja dengan baik. Karena lampu itu merupakan bentuk ikhtiyar keselamatan. Ana agak terkejut ketika motor suamimu ternyata berbelok. Jazakillah khairan katsira.

Sumber : Foto dan Komen dari Abu Syu'bah Al-bughury El-metrowy dan Satu cahaya Hidupku

Ku Jemput Engkau Menjadi Bidadariku



''10 NASEHAT TUK ISTRI SHALIHAH''

1. Selalu menerima suami apa adanya..
2. Selalu mentaati perintah suami selama itu baik..
3. Sejak dini tanamkan pengetahuan agama pada anak-anakmu..
4. Hendaklah selalu berbau harum di depan suami..
5. Perhatikan suami ketika dia makan dan tidur..
6. Jangan menolak ajakan suami ketika bersetubuh..
7. Jangan berkata kasar di hadapannya..
8. Jangan menyebarkan rahasia suami..
9. Pandai-pandailah menjaga harta suami..
10. Dan pandai-pandailah menjaga rahasia keluarga..

FAIDAH HADITS HIKMAH PERINTAH MEMBUNUH CICAK, TOKEK & SEJENISNYA

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَتَلَ وَزَغًا فِى أَوَّلِ ضَرْبَةٍ كُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَفِى الثَّانِيَةِ دُونَ ذَلِكَ وَفِى الثَّالِثَةِ دُونَ ذَلِكَ

“Barangsiapa yang membunuh cicak pada pukulan pertama maka ia mendapatkan seratus kebaikan, dan pada pukulan yang kedua lebih sedikit dari itu, dan pada pukulan yang ketiga lebih sedikit lagi.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Surat Seorang Kakak Untuk Adik Tercinta

>>>Kecil, dimanja. Muda, foya-foya.Tua,kaya raya. Mati,masuk surga..

Inilah bahan candaan anak muda saat ini. Mungkin ini cuma bercanda. Namun, kadang juga ada yang punya prinsip hidup seperti ini. Begitu pula dengan seorang adik. Seorang adik dinasehati, “Dek, kamu di dunia ini hanya hidup sementara, jagalah ibadahmu.” Entah mengejek atau sekedar guyonan, dia menjawab, “Justru itu kak, kita manfaatkan hidup di dunia sekarang dengan foya-foya.”

Selasa, 19 Maret 2013

“Jilbab itu bikin gerah, dan aku tidak kuat kepanasan.” ?

“Jilbab itu bikin gerah, dan aku tidak kuat kepanasan.” (???????)

Saudariku… Panas mentari yang engkau rasakan di dalam dunia ini tidak sebanding dengan panasnya Neraka yang akan kau terima kelak, jika engkau masih belum mau untuk berjilbab

Rabu, 16 Mei 2012

♥ Hukum Lomba Memasak ♥

Bismillah..

 عن عِكْرِمَةَ يَقُولُ كَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ : إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنْ طَعَامِ الْمُتَبَارِيَيْنِ أَنْ يُؤْكَلَ.

Dari Ikrimah, Ibnu Abbas mengatakan, “Sesungguhnya Nabi melarang untuk memakan makanan yang dimasak oleh dua orang yang berlomba” [HR Abu Daud no 3754, dinilai shahih oleh al Albani].

Kamis, 03 Mei 2012

♥ Anak Lewat Depan Orang Shalat ♥


حكم مرور الطفل أمام المصلي
 السؤال : ما الحكم إذا مر طفل دون الخامسة من عمره أمامنا في الصلاة ، إذا قمنا بمنعه يزيد في المرور، أو يجلس موضع السجود ، أو على رأس المصلى خصوصاً أقل من ثلاث سنين؟ فماذا يجب عمله مع مثل هذا الطفل أفيدونا مأجورين؟

Pertanyaan,

 “Apa hukum lewatnya anak balita [bawah lima tahun, pent] di depan kita ketika kita sedang shalat? Jika kita larang dia malah tambah sering lewat atau duduk di tempat kita sujud atau menduduki kepala orang yang sedang shalat terlebih lagi jika usianya kurang dari tiga tahun? Apa yang harus kita lakukan terhadap anak semisal itu?”

 الجواب : الحمد لله … “الواجب رده ، لعموم الأدلة الشرعية في ذلك، ومنها قوله صلى الله عليه وسلم : ( إذا صلى أحدكم إلى شيء يستره من الناس، فأراد أحد أن يجتاز بين يديه فليدفعه ، فإن أبى فليقاتله ، فإنما هو شيطان ) متفق عليه. ومعنى (فليقاتله) : فليدفعه بقوة. والله ولى التوفيق” انتهى . “مجموع فتاوى الشيخ ابن باز” (29/327).

Jawaban:

Syaikh Ibnu Baz mengatakan, “Seharusnya kita mencegahnya karena dalil dalam masalah ini bersifat umum memerintahkan kita untuk mencegah semua yang mau lewat di depan kita saat kita sedang mengerjakan shalat. Diantaranya adalah sabda Nabi, “Jika kalian sudah shalat dengan menghadap sesuatu yang menjadi sutrahnya lalu ada seseorang yang mau melintas di hadapannya maka hendaklah dia mencegahnya. Jika dia nekat mau lewat maka tolaklah dengan kuat” [Majmu Fatawa Syaikh Ibnu Baz 29/327].

لكن .. إذا كثر مرور الطفل وصار منعه يشغل المصلي عن صلاته، فإنه يتركه حينئذ ولا ينشغل بمنعه.

Namun jika anak tersebut berulang kali lewat sehingga upaya untuk mencegahnya itu malah menyibukkan kita sehingga kita tidak fokus mengerjakan sholat maka dalam kondisi semacam ini kita biarkan saja anak tersebut sehingga kita tidak sibuk menghalanginya.

قال الحافظ ابن حجر في”فتح الباري” : “نقل ابن بطال وغيره الاتفاق على أنه لا يجوز له المشي من مكانه ليدفعه ، ولا العمل الكثير في مدافعته، لأن ذلك أشد في الصلاة من المرور” انتهى . والله أعلم

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari mengatakan bahwa Ibnu Bathal dan selainnya menukil adanya kesepakatan ulama tentang tidak bolehnya berjalan dengan tujuan mencegah seseuatu yang mau lewat tidak pula diperbolehkan melakukan banyak gerakan dalam rangka mencegah orang yang mau lewat karena hal itu lebih jelek dari pada dilewati orang saat sholat”.

Sumber:
http://www.alsalafway.com/cms/fatwa.php?action=fatwa&id=270
http://ustadzaris.com/anak-lewat-depan-orang-sholat

♥ Bolehkah Sholat Sambil Menggendong Anak yang Memakai Popok Diapers dan sejenisnya? ♥

Bismillah..

Seringkali seorang ibu harus membawa anaknya yang masih bayi untuk ikut bersamanya ketika sholat..dan seringkali seorang ibu harus menggendong anaknya tersebut karena menangis atau berjalan-jalan kesana kemari..

Menggendong anak ketika sholat memang pernah dicontohkan oleh Nabi shollallohu alaihi wasallam sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dari Abu Qotadah : bahwasanya nabi shollallohu alaihi wasallam pernah menggendong Umamah bintu Zainab (cucunya) ketika sholat. Bila beliau sujud, beliau meletakkannya.

Namun bagaimana jika anak tersebut memakai popok diapers seperti pada zaman sekarang, dimana di dalamnya terdapat najis? Apakah dibolehkan bagi seorang ibu menggendong anak tersebut?

Senin, 11 Juli 2011

♥ Hukum Mencium Tangan Orang Tua Atau Guru Sebagai Tanda Penghormatan ♥

Di Indonesia, mencium tangan merupakan kebiasaan (‘urf)yang ma’ruf beredar di tengah masyarakat, terutama ditujukan kepada orang tua atau sebagian guru yang mempunyai keutamaan. Ada sebagian ikhwan yang mengingkari perbuatan ini dan menganggapnya sebagai tindakan ghulluw (berlebih-lebihan) dan bid’ah, tidak ada contohnya dari kalangan salaf.
Jika kita dudukkan permasalahan secara lebih arif, segala macam ‘urf itu diperbolehkan asalkan tidak bertentangan dengan syari’at.[1] Tidak terkecuali permasalahan yang tertera dalam judul artikel.

Kamis, 17 Maret 2011

♥ Pembahasan : Minum Sambil Berdiri (Perlu Anda Ketahui) ♥

Bismillah..
Dalil yang Melarang
عن أنس، عن النبي صلى الله عليه وسلم؛ أنه نهى أن يشرب الرجل قائما. قال قتادة: فقلنا: فالأكل؟ فقال: ذاك أشر أو أخبث.
Dari Anas, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : Bahwasannya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri. Qatadah berkata : “Kami bertanya : ‘Bagaimana dengan makan (sambil berdiri) ?”. Beliau menjawab : “Hal itu lebih buruk dan menjijikkan” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 2024, At-Tirmidzi no. 1879, Ibnu Maajah no. 3424, Abu Ya’la no. 3195, Abu ‘Awaanah no. 8186, dan Ath-Thahawiy dalam Syarh Ma’aanil-Aatsaar 4/272]...

Minggu, 27 Februari 2011

♥ Ucapan “Shadaqallahul ‘Azhim” setelah membaca Al Quran? ♥

Bacaan “shadaqallahul ‘azhim” setelah membaca Al Qur’an merupakan perkara yang tidak asing bagi kita tetapisebenarnya tidak ada tuntunannya, termasuk amalan yang tidak ada contoh dari Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallamdan para sahabatnya, bahkan menyelisihi amalan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam ketika memerintahkan Ibnu Mas’ud untuk berhenti dari membaca Al Qur’an dengan kata “hasbuk”(cukup), dan Ibnu Mas’ud tidak membaca shadaqallahul’adzim.
Dalam Shahih Al Bukhari disebutkan:
Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata bahwa Nabi Shalallahu’alaihi wa sallam telah berkata kepadaku, “Bacakan kepadaku (Al Qur’an)!” Aku menjawab, “Aku bacakan (Al Qur’an) kepadamu? Padahal Al Qur’an sendiri diturunkan kepadamu.” Maka Beliau menjawab, “Ya”. Lalu aku membacakan surat An Nisaa’ sampai pada ayat 41. Lalu beliau berkata, “Cukup, cukup.” Lalu aku melihat beliau, ternyata kedua matanya meneteskan air mata.

Rabu, 23 Februari 2011

♥ Mataku Tidak Bisa Terpejam Hingga Engkau Ridho ♥

Diriwayatkan dari Anas bin Malik rahdiyallahu ‘anhu dari Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:
“Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam jannah?” Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullah!” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawan:
“Wanita yang penyayang lagi subur, apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak bisa terpejam hinga engkau ridha.” (HR At Thabrani)
Makna: laa aktahilu bi ghamd yaitu mataku tidak akan bisa terpejam untuk tidur.
Wahai para istri yang bijaksana, cobalah sesekali obat penawar yang pahit ini untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dengan suamimu. Sungguh cara ini telah dicoba oleh seorang istri terhadap suaminya. Ia terlibat perselisihan dengan suaminya, perselisihan itu semakin lama semakin tajam hingga keduanya mengira bahwa penyelesaiannya hanyalah bercerai. Lalu ia mendatangi kamar suaminya dan berkata: “Duhai fulan, ulurkanlah tanganmu biar kubelai, sungguh aku tidak bisa tidur.”
Tiba-tiba saja…
Suaminya berdiri tanpa mengucapkan sepatah katapun, lalu meraih dan mencium tangan istrinya sambil meminta maaf. Keduanya menangis bersama dan hilanglah segala perselisihan seiring dengan deraian air mata…
Apa beratnya melakukan hal semacam ini…?
Akan tetapi…keangkuhan palsu dan kedurhakaan yang dibenci menghalanginya..
Kehormatanku… Keangkuhanku…
Kata-kata setan ini dihembuskan ke dalam hati suami istri ketika muncul masalah diantara keduanya. Kata-kata yang menipu ini merupakan usaha setan untuk mencari pembenaran atas kesalahan masing-masing pihak.
Kehormatan dan keangkuhan apakah yang harus dipertahankan antara sepasang suami istri? Sesungguhnya kehormatan mereka satu. Permohonan maafmu (kepada suami) tidak akan mengurangi kehormatanmu. Bahkan akan menambah kehormatanmu dan cintamu di sisi suamimu. Bahkan permintaan maafmu tersebut –walaupun sebenarnya engkau tidak bersalah- akan membuat suamimu malu terhadap dirinya sendiri. Dan akan membuatnya sadar dan mengoreksi diri.
Janganlah engkau pergi tidur sementara suamimu dalam keadaan marah terhadapmu sebab malaikat-malaikat akan melaknat dirimu
Dikutip dari buku Agar Suami Cemburu Padamu (Klik untuk lihat bukunya)
Dr Najla’ As Sayyid Nayil
Pustaka At Tibyan
Sumber Toko Muslim
Buku Agar Suami Cemburu Padamu

♥ Wanita Sebagai Ujian ♥

Dari Usamah bin Zaid, Rosulullah shollallahu’alaihi wasallam bersabda:“Tidak pernah kutinggalkan sepeninggalku godaan yang lebih berbahaya bagi kaum lelaki selain daripada godaan wanita.”
Perlu kita ketahui ukhty, fakta yang terjadi memang benar bahwa banyak sekali kerusakan yang telah timbul karena wanita yang tidak mengenali kemuliaan, kehormatan dan kesucian dirinya, sehingga menjadi wanita yang tidak bermartabat bahkan “murahan.”
Banyak kita temui para wanita yang menjajakan harga diri dan kesucian di jalan-jalan tanpa ada perasaan risih dan mereka menanggalkan rasa malunya, Mereka mengumbar nafsu para lelaki, padahal telah kita ketahui bahwa laki-laki itu sangat mudah tergoda (terfitnah) apalagi oleh perempuan yang berpakaian seksi, sehingga banyak timbul kejahatan karenanya, misalnya pemerkosaan, permusuhan, pembunuhan, bahkan sangat mungkin menyebabkan perbuatan syirik, seperti slogan yang ada “cinta ditolak, dukun bertindak.”
Fitnah lain yang mungkin ditimbulkan oleh wanita adalah fitnah harta dan kekuasaan. Wanita banyak yang tertipu dengan indahnya kehidupan dunia, suka bermewah-mewahan dan berfoya-foya. Lalu mereka mempengaruhi suami-suami mereka agar melakukan perbuatan haram untuk memenuhi nafsu dunianya, hingga banyak terjadi pencuriaan, perampokan, dan korupsi, karena laki-laki itu tidak ingin ditinggalkan wanita yang terlanjur dicintainya.
Wahai saudariku, mintalah pertolongan kepada Allah, agar kita tidak menjadi wanita penebar fitnah. Jadilah wanita mulia yang dapat mencetak generasi sholih untuk kejayaan agama islam, dan untuk keselamatanmu di akhirat kelak. Dengan apakah kita melakukannya wahai saudariku? Yaitu dengan mempelajari diinul islam yang haq, sesuai Al-Qur’an, As-Sunnah, dan pemahaman salafussholih, mengenai bagaimana beraqidah, bermanhaj, berakhlak, bermuamalah, berhijab/berpakaian syar’i, dan lain-lain dari seluruh aspek kehidupan kita.
Yang terakhir, perlu kita ketahui bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi muslim & muslimah. Jadi, berdosalah bagi seseorang yang diberi kemampuan namun tidak mau menuntut ilmu. Semoga Alloh Ta’ala memberikan taufik bagi kita. Aamiin.
***
Artikel www.muslimah.or.id

Minggu, 20 Februari 2011

♥ Adab dan akhlaq : Ucapan Saat Terjatuh ♥

Bismillah...


Mungkin banyak diantara ummahat disini termsuk ana dulunya saat terpeleset / tersandung apalagi jatuh 'ndelosor' sampe' nyungsep yg keluar dari kata-kata kita mungkin "Astaghfirullah", "Ya Allah", paling sering "Inna Lilllah" dll, sebenarnya Islam telah mengajarkannya melalui Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bila kita terjatuh,terpeleset, atau tersandung dgn mengucapkan "Bismillah" dan hal ini ada hadist shahih yg menerangkannya . . .Bismillahirrohmanirrohiim

Dalam hadits Abul Malih, dari seorang shohabat yang sedang boncengan sama Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam:
كُنْتُ رَدِيفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَثَرَتْ دَابَّةٌ فَقُلْتُ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَقَالَ لَا تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَعَاظَمَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الْبَيْتِ وَيَقُولُ بِقُوَّتِي وَلَكِنْ قُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَصَاغَرَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الذُّبَابِ
“Aku pernah boncengan bersama Nabi shollallohu alaihi wa sallam, lalu hewan tunggangan kami tersandung, akupun mengatakan: “celakalah setan!”. Maka Nabi shollallohu alaihi wa sallam berkata kepadaku: “jangan engkau katakan: ‘celakalah setan’, karena jika engkau mengucapkan itu maka setan itu akan semakin besar hingga besarnya seperti sebuah rumah dan setan akan berkata : ‘ini terjadi karena kekuatanku’, akan tetapi katakanlah: ‘bismillah’, karena jika engkau mengucapkan itu, setan akan mengecil sampai seperti lalat.” [HR. Abu Dawud, Ahmad, an-Nasa’i, al-Hakim, dll. Dishohihkan syaikh al-Albani rohimahulloh dalam Shohih al-Kalim ath-Thoyyib 1/174]

Wallahu a'lam bish-showab , allahul musta'an . . .mudah2an kita bisa memperbaikinya sebagai adab dan akhlak kita. . .Aamiin


Sumber http://www.facebook.com/profile.php?id=100000242590079

♥ Dimanakan pria sempurna berada ? ♥


Sering terlontar pernyataan bahwa manusia tidak ada yang sempurna. Padahal manusia sempurna itu niscaya adanya. Bukan berarti manusia sempurna kemudian tidak berlaku salah dan dosa. Dimanakan pria sempurna berada ?
*****
Ucapan (tidak ada orang sempurna) tidaklah benar, karena laki-laki yang sempurna banyak jumlahnya. Yang paling sempurna dan utama adalah Nabi Muhammadshallallahu ‘alaihi wa sallam. Dasarnya adalah hadits sahih, “Orang yang sempurna dari kalangan laki-laki banyak jumlahnya, sedangkan dari kalangan perempuan tidak ada yang sempurna kecuali Maryam putri Imran dan Asiyah putri Muzahim (istri Fir‘aun). Dan keutamaan Aisyah dari seluruh perempuan seperti keutamaan Tsarid dari seluruh makanan.”
Hadits sahih juga menunjukkan bahwa Khadijah binti Khuwailid, ibu dari anak-anak beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, termasuk perempuan yang sempurna. Demikian pula, Fathimah binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dinyatakan dalam hadits sahih sebagai pemimpin kaum perempuan di surga. Jadi, kelima wanita tersebut (Maryam, Asiyah, ‘Aisyah, Khadijah, dan Fathimah) adalah orang-orang yang sempurna dari kalangan perempuan.
Adapun pria sempurna jumlahnya banyak. Artinya, sempurna dalam sifat-sifat kemanusiaan yang Allah memujinya dan memuji pemiliknya, yaitu keilmuan, kedermawanan, keistiqamahan di atas agama Allah, keberanian dalam membela kebenaran, dan sifat-sifat agung lainnya yang Allah atau rasul-Nya memujinya dan memuji pemiliknya. Hanya saja manusia yang paling sempurna adalah para rasul alaihimussalam. Yang paling sempurna dan paling utama di antara mereka adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, penutup dan pemimpin mereka, berdasarkan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,
anaa sayyidu waladi aa dama yaw mal qiyaamati wa laa fakhra
“Saya adalah pemimpin anak keturunan Adam pada hari kiamat, …”[Sunan al-Tirmidzi (3148)]
Juga berdasarkan dalil-dalil lainnya dari al-Quran dan al-Sunnah. Sementara kesempurnaan secara mutlak dalam seluruh sifat hanya milik Allah subhanahu wa ta’ala semata. Tidak ada yang setara dan sekutu dengan Allah dalam hal itu. Ini berdasarkan firman Allah azza wa jalla :
“Katakanlah, ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala makhluk. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.’” (Al-Ikhlas: 1-4)
“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Al-Syura: 11)
“Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Nahl: 74)
Dalam surat al-Rum, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
arruum-27
“Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkannya kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nyalah sifat yang Maha tinggi di langit dan di bumi dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (Al-Rum: 27)
Al-Matsal al-A‘la dalam ayat ini adalah sifat yang amat luhur, yang tidak ada satu pun makhluk Allah yang bersekutu dengan-Nya di dalam, yaitu sifat-sifat ilmu, kemampuan, kehidupan, mendengar, melihat, dan sifat-sifat sempurna lainnya. Mahatinggi, Mahakudus, dan Maha suci Allah dari keserupaan makhluk. Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Dia Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. [Syaikh Abdul aziz bin Abdullah bin Baz dalam Majmu‘ Fatawa wa Maqalat Mutanawwi‘ah VII]
disalin dari : Majalah Fatawa Vol.III/No.07 | Juni 2007 / Jumadil Ula 1428 | hal. 58

free counters
free counters